Al-Qur`an

Wednesday, June 21, 2006

Manusia adalah makhluk yang dinamis.
Dapat berubah kapan saja tiada yang tahu. Mungkin kita sendiri pun belum mengenal kepribadian terdalam kita. Kita seperti ini saat ini, berbeda dengan diri kita yang dulu. Bahkan tanpa kita sadari bahwa diri kita sebenarnya telah berubah. Syukur kalau perubahan itu menjadi lebih baik, bagaimana kalau perubahan itu menuju hal buruk yang sebelumnya tidak pernah kita pikirkan. Kita menjadi seperti saat ini merupakan, bentukan dari lingkungan, walau sebenarnya kita tidak menginginkannya. Karena setiap saat kita terkondisikan atau bahasa lainnya apa ya...?
Bukan2 terkondisikan.Ibarat zat kimia..kita terpaparkan mungkin..Yah awalnya dari pemaparan-pemaparan diri kita dengan lingkungan, kita telah berubah mengikuti lingkungan. Karena itulah peribahasa-peribahasa mengatakan misalkan kita ingin mengetahui dirinya seperti apa lihatlah seseorang dari buku yang dibaca, atau lihatlah seseorang dari sahabat-sahabatnya.
Contoh dari pemikiran kita saat ini pun telah jauuuuh berbeda ketika kita SMA. Seorang mahasiswi yang setiap hari sudah dibiasakan dengan pemikiran yang berlogika. Mau gak mau ketika kita nyemplung ke lingkungan itu..pemikiran2 itu mulai menginfiltrasi kita, secara perlahan2 tapi pasti setidaknya mengubah gaya pandang kita.
Ya kita memang bukan seorang "penyendiri"dan tentunya tidak bisa menjadi penyendiri ,mengasingkan diri sendiri dari lingkungan sekitar sehingga kita dapat tetap mempertahankan diri seperti yang kita mau. Itulah ujian dan tantangannya ketika kita berada dilingkungan yang memaparkan hal-hal negatif dapatkah kita tetap dapat mempertahankan nilai-nilai positif yang kita punya. Bukan stagnan..kaku..saya harus seperti ini. Tetapi setidaknya ada prinsip dasar yang kita pegang yang sekarang maupun nanti tidak tergoyahkan oleh apapun juga.
Jangan berbangga ketika saat ini kita adalah seorang yang memang patut untuk dibanggakan, karena beberapa saat kemudian kita dapat saja menjadi seseorang yang tidak patut untuk dibanggakan, bahkan oleh diri sendiri pun. Maybe self hate.
Selalulah mengisi diri dengan ilmu untuk menghadapi zaman yang semakin berkembang, dan manusia yang dinamis ini. Ketika kita telah terpuaskan sebenarnya kita telah tertipu oleh keadaan, dan cepat atau lambat nanti kita juga akan segera menyadarinya.
Never enough, yah kita memang susah untuk berpuas diri terhadap keadaan yang ada karena kita selalu ingin menjadi lebih baik lagi dari keadaan yang kita nikmati saat ini.
Berdoa'lah selalu pada 4JJI untuk tetap menjadikan kita sebagai muslim yang dapat menjaga diri dan hidayah-Nya. Selalu berada dalam lindungan-Nya. Tiada daya dan upaya kecuali dari-Nya walau kita telah berusaha.
Dan terakhir bersiaplah "menyongsong" perubahan itu karena kita telah punya bekal-bekal untuk menghadapinya. Jangan sampai kita adalah tipe yang lebih mengenal orang lain daripada diri sendiri untuk menghadapi perubahan itu.
Enjoy it, because u'll miss the procees to be, not the product of change it self.

No comments: