Al-Qur`an

Friday, April 20, 2007

09.00 pm, Friday-04-2007

Sebuah peran apapun itu serendah atau setinggi apapun (yang subjektif di mata manusia) lakukanlah sebaik-baiknya.
Bersungguh-sungguhlah dirimu dalam setiap pekerjaan.
Sebab tiap pekerjaan itu menuntut peran darimu untuk dapat dilakukan sebaik-baiknya. Apabila aku mengutip sebuah perumpamaan dari sebuah buku
"Apabila engkau menjadi seorang tukang sapu sekalipun jadikanlah "tugas" itu bagai Beethoven yang menggubah musiknya, Michael Angelo yang membuat lukisannya sampai seluruh isi bumi dan malaikat melihat hasil pekerjaannya"..."Lihatlah itu..."
Wah Subhanallah ya..
Kalau saya menamainya dengan kata-kata sendiri hal tersebut saya juluki sebagai masterpiece yaitu suatu pekerjaan yang benar-benar dilaksanakan secara optimal dan ikhlas . Mengoptimalkan peran yang telah diberikan padanya, sehingga kemudian tidak ada penyesalan di kemudian. Atau apabila saya mengutip kata-kata my dad " Jadikanlah penyesalan di awal.." wah bagaimana caranya yah, ternyata menurut beliau melalui evaluasi-evaluasi kegagalan-kegagalan yang telah dialami orang lain.
Semua ini saya rasakan setelah pada awalnya saya berkomitmen untuk menjalankan sebuah peran sebaik mungkin, tetapi karena suatu kebaikan yang diberikan pihak lain, korban perasaan, tatapan sinis, perasaan bangga yang berlebihan dan berbagai macam perasaan yang bercampur aduk menyerang sisi afeksi saya. Akhirnya, saya mengubah cara berpikir saya bahwa akan lebih melunak dari peran yang sebenarnya. Entahlah, karena ilmu yang aku miliki pun menambahkan kekuatan di sisi kognitifku untuk melakukan itu. Alhasil sekarang saya menyesali dan merasa kurang maksimal dalam potensi peran yang saya lakukan. Sebab orang lain melakukannya lebih baik dari saya. Jlebb.

Yakinkanlah dirimu sebelum melakukan sesuatu peran, pahami dengan baik peran itu, dan selanjutnya buatlah sebuah masterpiece-mu sendiri...

No comments: