Al-Qur`an

Thursday, February 05, 2009

Precipitating

Pencetus...
Keadaan suatu negara dapat dilihat dari pencetus yang ada di sekitarnya, didalamnya..
Indonesia..negeri yang akhir-akhir ini diberitakan memiliki angka"pergaulan bebas"yang tinggi pada remaja, yang ditunjukkan dengan salah satu indikatornya aborsi yang terjadi..
Ditilik dari media yang menjangkau lingkup seluruh Indonesia..
Media televisi..pencetusnya berasal dari sinetron yang isinya menampilkan pacaran antara laki-laki dan perempuan..Bermacam-macam judul bermunculan..intinya menampilkan pacaran pada masa remaja yang ditampilkan begitu"indah" mulai dari cintaku setebal kulit beduk, dan cinta metro mini atau hal-hal lain..yang ujung-ujungnya menampilkan romantika percintaan remaja SMA atau SMP.
Melihat sinetron tersebut menunjukkan bahwa kegiatan"perpacaran" di Indonesia sudah lumrah atau biasa dilakoni..
Berarti kalau hal itu menjadi hal yang biasa..
Satu lawan banyak maka yang menang adalah orang kebanyakan..dan satu orang itu akan mengikuti keadaan sekitar "konformitas"..
Maka inilah yang menjadi pencetus keadaan pergaulan bebas yang kemudian menjadi aborsi..Awalnya berasal dari terminologi "pacaran" yang sudah dianggap biasa..
Maybe..
Itu hanya menjelaskan precipitating dari kejadian sederhana menjadi kejadian yang kronis dan luar biasa efeknya..
Sisi Lain:
Apabila dianalogikan dengan ideologi suatu perusahaan seseorang yang masuk ke sistem perusahaan yang buruk mau tidak mau akan berubah mengikuti keburukan tersebut.
Tetapi apabila orang yang buruk masuk ke dalam sistem perusahaan yang baik maka mau tidak mau orang yang buruk tersebut akan berubah mengikuti sistem..
Bandingkan dengan perfilman Cina, saya suka menonton sinetron mereka..film-filmnya menampilkan kebajikan dan kasih sayang sesama manusia. Kadang saya menangis menontonnya salah satunya tentang anak yang mengalami retardasi mental bernama Ciang-ciang, melihat perjuangan ibunya dan anak tersebut membuat saya mensyukuri kelebihan yang ada pada keluarga saya. Betapa anak tersebut bisa survive dan mempelajari banyak hal dengan keterbatasannya..
Sinetron kedua menceritakan seorang perempuan bernama A Tao sebuah cerita biasa mengenai kehidupan keluarga di Taiwan menjalani kesehariannya. Tanpa harus adanya tokoh antagonis, melawan protagonis..cerita itu tetap menarik perhatian. Kadang mengundang tawa, dan membuat saya terilhami oleh tindakan tokoh utamanya A Tao..
Dari kedua sinetron itu saya dapat menyelami kebudayaan Cina dan Taiwan. Sperti apa masyarakatnya dan hal-hal lain yang menggambarkan kehidupan di sana..
Sebuah kehidupan sederhana yang dapat menjadi indah dan begitu menginspirasi..
Salute

No comments: