Al-Qur`an

Monday, November 30, 2009

titik nyaman

Apabila seseorang telah berada di titik nyaman berbahayalah keadaannya. Merasa tidak ada pencapaian yang baru, tidak ada ancaman yang mengintai di balik keadaan. Semua merasa mendukung situasi yang ada pada dirinya. Berbahaya karena segala sesuatu yang ada pada dirinya diungkapkan tanpa sesuatu keadaan mawas diri. Rasakanlah diri anda saat ini, apakah berada pada situasi yang nyaman atau tidak. Seperti juga ibadah ketika berada pada posisi yang nyaman mungkin kita akan terlena untuk mengerjakan, tidak ada ujian yang menyebabkan kita ingin segera curhat dengan Sang Maha Pencipta. Berkeluh kesah, tidak ada tantangan yang dihadapi sehingga sepertinya kita tidak memerlukan tameng untuk menghadapi dunia luar. Semakin berat dan tidak nyaman keadaan yang kita hadapi maka akan semakin kuat pertahanan yang kita persiapkan dari dalam diri untuk menghadapinya. Seperti berperang melawan musuh, kita merasa khawatir dengan persediaan pertahanan yang kita miliki apakah sudah cukup atau belum bahkan kita mungkin akan melebihinya. Tetapi ketika keadaan sudah tenang, apa yang terjadi..pertahanan diri terabaikan tanpa disengaja tapi kadang disadari juga. Rasakanlah saat ini anda berada pada kondisi nyaman atau tidak. Bila iya tinggalkanlah titik nyaman itu dan hadapilah tantangan-tantangan lain yang menarik untuk ditaklukkan bagi pencapaian diri. Itulah salah satu hikmah positif yang dapat kita ambil mengapa kadang manusia sulit untuk berpuas diri atas keadaan yang dihadapi.Kalau memungkinkan terapkanlah "Hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini"..

Sunday, November 22, 2009

Mengubah seseorang memang sulit,, tapi merubah diri sendiri juga sulit. Yang ada hanya kamuflase, kadang yang terjadi adalah kita merasa sudah berubah menjadi lebih baik tapi ternyata kenyataannya masih jauh dari baik. Perasaan yang salah dan bersifat fatamorgana tapi sayangnya banyak menguasai diri..Kesuksesan= bisa menjadi awal dari kemuduran. Kemunduran= bisa menjadi awal kesuksesan. Hal yang berkebalikan bisa terjadi. Hal ini dimungkinkan apabila perasaan afektif seseorang telah dikuasai suatu perasaan takabur,,seperti pepatah: suatu buah yang apabila telah matang tinggal menuju proses kebusukannya. Tetapi buah yang masih mentah sedang menuju proses menjadi matang. Menjadi takabur membuat kita merasa telah menjadi matang, dan hal ini menyebabkan seseorang menjadi terjatuh dalam proses pemikiran yang salah tentang diri telah memiliki semuanya tanpa perlu memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi.Seperti bangunan yang tadinya masih rumah lantai satu tanpa pagar, akhirnya lama kelamaan sudah menjadi rumah berlantai dua dengan pagar. Hal ini menjadikan orang yang memiliki rumah tersebut merasa cukup.Padahal dalam prosesnya penghuni rumahnya bertambah, dan biaya perawatan rumah belum dijadikan anggaran.Penghuni tersebut akhirnya selalu merasa kurang terhadap kondisi rumah yang dimilikinya. Hal ini merupakan bukti fisik yang dapat dilihat,,sedangkan pribadi seseorang karena sifatnya tidak terlihat bentuk pembangunannya kadang terlupakan,,
Menjadi tawadhu rendah hati,,menjadikan kita sedang merasa dalam proses mentah menuju matang. Selalu merasa masih ada sesuatu yang perlu diperbaiki sesuai situasi dan kondisi.Panjang memang perjalanannya..Tapi..dan tapi..mau tidak mau..harus mau..dan..selamat saling membangun..