Al-Qur`an

Wednesday, December 09, 2009

Menjelang hari Ibu

Menjelang hari spesial ini, saya ingin membuat tulisan khusus mengenai beliau.
Hmm Ibu yang kupanggil dengan sebutan Mamah adalah sosok yang saya banggakan yang membentuk saya menjadi seperti saat ini. Keinginan untuk menjadi orang, akan semakin menjadi berkah dan makbul apabila Ibu turut serta didalam prosesnya. Ibu adalah sosok yang saya sadari saat ini adalah tokoh yang mengatur grand design proses saya dengan ayah yang semuanya dikabulkan tidak lepas oleh Allah.Saya bangga dengan Ibu saya yang merupakan ibu rumah tangga. Dari sejak kecil hingga saya dewasa pengawasan tidak lepas darinya.Hal inilah yang membuat saya betah berlama-lama berada di rumah, walau mungkin tidak ada yang spesial mengenai hal-hal yang ada didalam rumah kami. Yang spesial adalah penghuni didalamnya.Ketika teman saya bercerita mengenai kegiatannya di luar yang sengaja dihabiskan sebagian besarnya, ternyata hal ini dilatarbelakangi oleh ketidakhadiran Ibu di rumah. Jadi menurutnya, untuk apa ia pulang ke rumah cepat. Akhirnya, waktu yang ada lebih banyak dihabiskan di sekolah atau bersama teman-teman bahkan sampai malam menjelang. Istilah bagi mereka menyibukkan diri. Oh saya amat bangga dengan Ibu saya yang membuat suasana rumah menjadi home sweet home dengan kehadirannya.Dulu saya tidak menyadari anugrah ini, sekarang saya amat bersyukur. Ketika teman dengan cerita lain berada dalam situasi berbeda yaitu keluarga yang broken home. Dalam suatu waktu kadang ia mengunjungi rumah ayahnya, di waktu yang lain ia mengunjungi rumah Ibunya. Waktunya pun ia bingung untuk menghabiskannya di mana.Ia pun menjadi sosok yang mudah terpengaruh teman-temannya karena tidak ada yang membimbing dirinya.Ketika berada dengan teman-teman yang suka merokok ia pun terpengaruh untuk mencicipinya, ketika berada dengan teman-teman yang suka beribadah ia pun terpengaruh untuk mengikutinya. Alhamdulillah saya bersyukur. Saya tidak tahu dengan latar belakang apa akhirnya saya tergolong murid yang tergolong muda dikelas. Alhamdulillah karena saya merupakan anak ke-2. Ibu saya ingin bersegera menyekolahkan anak-anaknya setelah TK yang telah saya lewatkan dengan cukup singkat, setelah itu saya masuk SD pada usia kira-kira 5,5 tahun.Hmm coba saya masuk SD sejak usia 5 tahun, mungkin rasanya seperti sekolah akselerasi lebih cepat dari umumnya masyarakat:).Lalu saya juga menyadari alhamdulillah saya memiliki kemampuan bahasa Inggris yang lumayan baik,dan bahkan menjadi andalan ketika ujian masuk PTN ketika di bangku SMA. Setelah saya telisik lebih jauh, itu tidak lepas dari ambisi Ibu saya yang menginginkan anak-anaknya ikut les bahasa Inggris sejak dari usia dini (SD).Peran ayah saya juga tidak lepas, karena mengetahui pentingya bahasa Inggris akhirnya beliau suka membelikan kartu-kartu yang bergambar dan mudah dihafal dalam bahasa Inggris.Ya alhamdulillah pelajaran bahasa Inggris menjadi pelajaran kesukaan saya.
Kebiasaan di rumah teman-teman saya antara kakak-beradik panggilannya tidak ubahnya dengan sesama teman. Kadang bahasa lu-gue dipakai, jarang sekali yang saling memanggil dengan sebutan kakak.Ya alhamdulillah saya sudah dikondisikan untuk memanggil kakak dengan sebutan Aa. Jadi, rasanya ada yang dituakan dan dihormati hanya berdasarkan sebutan saja.
Saya pernah menyatakan kepada Ibu saya, alhamdulillah saya dilahirkan dalam keluarga yang harmonis dalam menjaga rumah tangganya,karena itu merupakan anugrah yang jarang disyukuri.

No comments: