Al-Qur`an

Thursday, March 31, 2011

Dengan kekuatan yang besar menuntut tanggung jawab yang besar..

Pernahkah kalian mendengar kata-kata itu..
Di sebuah film mengenai kepahlawanan, bukan hanya mengenai diri yang dielu-elukan sebagai pahlawan dan menjadi terkenal seantero kota tetapi juga mengenai kehilangan anggota keluarga atau orang yang disayangi demi membela kebenaran. Juga banyak hal-hal lain yang dikorbankan termasuk kehidupan pribadinya sendiri.
Dalam banyak segi yang lain pun, kita dapat mencari persamaan. Semakin besar amanah yang dipegang seseorang semakin banyak tanggung jawab yang harus dilakukan. Seseorang dengan pendidikan yang tinggi memiliki tanggung jawab agar ilmunya bermanfaat dan dapat diterapkan untuk kemaslahatan orang banyak.
Untuk contoh sederhana dan dalam lingkup yang lebih kecil. Bagi orang yang memiliki rumah besar, maka akan menjadi semakin luas tanggung jawabnya untuk membersihkan keseluruhan ruangan rumah itu dengan tenaga yang ada. Atau menyewa beberapa orang untuk membantu dengan beban biaya yang tidak sedikit. Untuk yang memiliki penghasilan besar, semakin besar pula untuk menzakatkan hartanya 2,5% dari keseluruhan yang dipunyai, kegiatan sosialnya harus lebih banyak pula.
Pada dasarnya manusia sejak diciptakan pun mempunyai amanah yang besar, dimana makhluk lain tidak sanggup untuk memikulnya. Tugas yang sebenarnya mulia untuk diemban, yaitu menjadi khalifah di dunia ini. Memakmurkan bumi dan seisinya. Meluruskan niat atas keseluruhan peran yang dijalankan, seseorang menjadi pahlawan bukan karena ingin disebut sebagai pahlawan. Tetapi karena amanah kekuatan yang dipegangnya lebih besar daripada kebanyakan orang, sehingga seharusnya dimanfaatkan dengan baik. Dia tidak ingin menjadi pahlawan, tetapi pilihan yang ada mengharuskannya menjadi pahlawan. Atau, dia tidak ingin menjadi kaya, tetapi pilihan yang ada mengharuskannya kaya. Pebedaan antara keinginan dan keharusan sangatlah berarti. Keinginan itu berarti berasal dari dalam diri, suatu perasaan menggebu-menggebu yang mendominasi pemiliknya. Tetapi harus atau kewajiban itu memang diperintahkan, akan menjadi suatu perasaan bahwa hal itu bukanlah berasal dari dalam diri tapi dari pihak lain, yang akhirnya hal ini tidak akan mendominasi pemiliknya.

No comments: