Al-Qur`an

Monday, May 28, 2012

Demokrasi dan kebebasan


Dua kata ini sering dikaitkan satu sama lain. Kebebasan yang ada adalah bukan suatu kebebasan total tanpa arah. Kebebasan ini timbul setelah terkungkung oleh rezim kekuasaan yang sewenang-wenang. Kebebasan ini muncul untuk memberikan hak yang seharusnya diterima, kebebasan ini untuk memenuhi hakikat dasar dari kemanusiaan, kebebasan ini menjadi suatu bagian pokok penting dari kehidupan. Tanpa adanya akan terjadi kekejaman, ketidakadilan, atau tidak terpenuhinya hak-hak dasar.

Lalu suatu saat dibuatlah suatu celah untuk kebebasan itu untuk memenuhi hal-hal tersebut yang sebelumnya diluar jangkauan.  Apa yang terjadi setelahnya sedikit celah itu perlahan-lahan kini telah menganga lebar dan semakin lebar, dan memberikan kebebasan untuk hal-hal yang diluar yang seharusnya. Kebebasan diluar batas. Kebebasan yang liar dan tak terkendali. Semua hal lalu dikait-kaitkan dan didasarkan atas nama demokrasi dan kebebasan. Tidak ada kesetimbangan.

Segala sesuatu untuk membatasi kebebasan yang sudah diluar batas tersebut lalu akan disebut sebagai radikal, atau tidak menghargai hak asasi manusia. Makna kebebasan apakah yang sebenarnya dimaknai saat ini? Kebebasan untuk pemenuhan keinginan manusia , yang sangat luar biasa tidak terbatas, atau dapat disebut kebebasan praktis. Segala kebebasan yang menguntungkan bagi yang mengusungnya? Lalu ketika menemui sesuatu yang tidak menguntungkan apakah dapat disebut itu tidak sesuai dengan asas demokrasi dan kebebasan? Lalu ditinggalkanlah asas demokrasi dan kebebasan ketika hal ini terjadi.

Memberi makna apa arti kebebasan yang sebenarnya, kebebasan dapat dimaknai berbeda didasari pemikiran yang berbeda dari orang yang telah tertempa bermacam-macam asahan dan tempaan kehidupan.  

No comments: