Al-Qur`an

Monday, May 28, 2012

Situasi yang Berubah


Suatu waktu di tempat yang berjauhan, lokasi geografi yang berbeda. Masing-masing telah memiliki pandangan dasar satu sama lain, yang telah terlahir menjadi bagian dari diri, terkait dengan kondisi dan letak geografis. Pandangan yang telah menjadi pandangan umum dalam masyarakat tanpa perlu dipertanyakan lagi. Suatu nilai yang kemudian mempengaruhi gaya hidup dan tindak tanduk para pemikirnya.

Pandangan yang satu menganggap bahwa penduduk di wilayah timur jauh itu memiliki keluhuran ramah tamah dan salam hangat yang patut ditiru, karena itu menunjukkan keluhuran budaya dari manusianya. Maka seseorang yang berasal dari ujung Barat sebagai tamu pun mempersiapkan diri sebelum menemui atau berkunjung ke timur jauh tersebut dengan budaya dan tata laku yang berlaku. Senyum pun mengembang ketika pertama kali menginjakkan kaki, dan kehangatan salam jabat tangan.

Disisi yang lain wilayah timur jauh yang menjadi tuan rumah, memiliki pandangan dasar bahwa Barat ujung, adalah wilayah yang menjunjung tinggi disiplin, dan terkenal dengan manusianya yang dingin dalam bertingkah laku. Karena disiplin dan bertindak kaku sesuai dengan aturan adalah patut ditiru. Maka ia pun mempersiapkan diri dengan segala nilai dan tata laku yang berlaku di wilayah tersebut. Senyum standar, tidak terlalu menunjukkan suasana diri dan berlaku kaku.

Pada pertemuan keduanya, terjadilah keanehan yang dapat diamati, sang tamu yang berasal dari Barat jauh memiliki ciri kepribadian yang khas dengan timur jauh karena merasa bahwa keramahan dan kehangatan manusia adalah sesuatu yang luhur dan patut ditiru. Sedangkan seseorang yang berasal dari Timur Jauh memiliki ciri kepribadian yang khas dengan Barat Ujung, karena kedisiplinan dan kekakuan terhadap aturan adalah sesuatu yang patut ditiru. Masing-masing telah menyesuaikan dengan keadaan yang dianggap lebih baik dari keadaan yang berlaku di negaranya masing-masing. Untuk mengisi kekosongan bagian nilai yang ada di wilayahnya. Masing-masing menganggap bahwa yang menjadi teladan untuk ditirulah yang lebih baik. Masing-masing nyatanya memang baik dalam kerangkanya masing-masing.

Terjadikah asimilasi antara keduanya, sehingga kepribadian antara tuan rumah dan tamu yang menyatu? Ataukah ini efek dari segala sesuatu yang mulai mendunia baik nilai dan tata laku masing-masing?Ataukah sebelum keduanya sebelum saling kunjung mengunjungi telah mengamati dan mengobservasi tata nilai yang berlaku di masing-masing tempat dan mulai berlaku diwilayahnya sendiri tanpa perlu bertemu? Terjadikah kelunturan nilai yang selama ini dipegang sehingga segala sesuatu menjadi absurd. Ketika kita menemukan keramahan di Barat Ujung, dan kedinginan manusianya di Timur Jauh? Lalu nilai-nilai apakah yang sekarang masih dominan ditempat-tempat tersebut?

No comments: